Mulailah mengerti dampak medsos untuk anak kita

Mulailah mengerti dampak medsos untuk anak kita

“Mengetahui apa yang anak anda lakukan secara online memang penting, namun mengorek terlalu dalam akan merusak kepercayaan anak terhadap anda.”

Mungkin anda sudah sering mendengar kata-kata “kids jaman now” di kehidupan sehari-hari anda. Ya, terminologi ini memang sedang marak-maraknya dipakai oleh banyak orang untuk mendeskripsikan kelakuan anak muda zaman sekarang. Tahukah anda bahwa kata-kata ini berasal dari media sosial? Dari sebuah akun palsu yang beratas nama Kak Seto Mulyadi? Yang bahkan salah menurut Kemdikbud karena ‘jaman’ seharusnya dieja sebagai ‘zaman’?

Banyak akun palsu yang beredar di media sosial, dan banyak juga berita palsu atau tidak bermutu yang terlihat seperti berita faktual. Di ranah media sosial, hal-hal ini merupakan makanan sehari-hari. Kasus kecil diatas adalah contoh yang tidak terlalu membahayakan, namun apa kabar dengan berita hoax (palsu) tentang dokter “asli” AS yang “mengungkap” penggunaan vaksin sebagai salah satu upaya AS untuk menguasai dunia? Orang yang tidak kritis bisa saja mempercayai berita-berita tersebut dan tentunya kita tidak ingin anak kita menjadi orang yang mudah percaya dengan berita apapun yang tersebar di internet bukan?

Kita semua tahu bahwa ada banyak keuntungan yang bisa diraih dengan menggunakan media sosial seperti penyebaran berita dalam hitungan detik, efisiensi dalam melakukan riset, mengembangkan kreativitas, dan kolaborasi secara online. Tentunya sebagai orangtua yang peduli, kita kurang lebih harus bisa mengerti dengan berbagai keuntungan dan kekurangan media sosial agar kita bisa membimbing anak kita dengan baik. Merekalah yang terekspos ke dunia media sosial setiap hari.

“Kuncinya adalah komunikasi. Pastikan anak-anak anda tahu bahwa anda menghargai privasi mereka, dan anda hanya ingin memastikan bahwa mereka aman di dunia maya.”

Berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan dampak medsos untuk anak kita:

  • Beritahu mereka bahwa ada informasi yang layak di-share dan tidak. Hal-hal penting seperti alamat rumah dan detil-detil kartu kredit orangtua tentunya kurang pantas untuk dibagikan ke sembarang orang. Password untuk berbagai akun media sosial juga sebaiknya tidak dibagikan, walaupun ke teman-teman dekat. Ini karena informasi tersebut bisa saja digunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
  • Jangan percayai berita yang muncul di media sosial sebelum melakukan riset. Dengan banyaknya berita hoax yang beredar di internet, ajari anak anda untuk melakukan riset kecil sebelum mempercayai apapun yang mereka baca. Riset kecil ini bisa merupakan mencari kata kunci yang terkait di Google sampai dengan bertanya langsung ke orang yang pakar di bidang berita tersebut.
  • Jadilah pribadi yang baik. Selalu ingatkan kepada anak-anak anda bahwa diujung lain media sosial, ada manusia lain yang akan melihat konten mereka. Jadilah pribadi yang menghargai orang lain. Jangan bagikan konten-konten yang bersifat menyerang dan mencibir. Mereka tentunya tidak ingin diserang dan dicibir bukan?

Akhir kata, mengetahui apa yang anak anda lakukan secara online memang penting, namun mengorek terlalu dalam akan merusak kepercayaan anak terhadap anda. Mereka akan merasa gerak-geriknya dipantau dan hal ini dapat membuat mereka justru menjauh dari kita. Kuncinya adalah komunikasi. Pastikan anak-anak anda tahu bahwa anda menghargai privasi mereka, dan anda hanya ingin memastikan bahwa mereka aman di dunia maya.

M.V.Saliechan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.