Menyelami Topik Bullying: Apa Itu dan Apa Solusinya?

Menyelami Topik Bullying: Apa Itu dan Apa Solusinya?

“Bullying yang sering kita dengar di media, seringkali berawal dan terjadi karena banyak yang tidak bisa membedakan antara canda dan intimidasi.”

Bullying adalah sebuah isu sensitif yang sering muncul di berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar, bahkan sampai ke dunia perkantoran. Sebenarnya apa itu bullying? Mengapa isu bullying bisa menjadi sesuatu yang kesannya sangat mencekam, sampai-sampai ada yang mengakhiri hidupnya akibat di-bully? Apa yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk melindungi anak kita dari bullying?

Pada dasarnya bullying adalah aksi dimana seseorang mengintimidasi, mendiskriminasikan, atau memaksa orang lain untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan. Terkesan jahat dan kejam sekali bukan? Untungnya, mayoritas kasus bullying tidak terjadi karena sang pelaku memiliki mindset sejahat itu. Bullying yang sering kita dengar di media, seringkali berawal dan terjadi karena banyak yang tidak bisa membedakan antara canda dan intimidasi.

Sedihnya, banyak korban dan pelaku bullying tidak sadar bahwa mereka terlibat didalam kasus bullying. Si korban bisa merasa bahwa di-bully adalah cara bagi dirinya untuk diterima di lingkaran persahabatannya, sedangkan si pelaku bisa merasa bahwa dengan mem-bully, ia akan mendapatkan respect dan kepercayaan diri. Memang ini kesannya aneh, bagaimana ada orang yang justru merasa setuju untuk di-bully? Coba kita lihat bersama di contoh kecil ini.

Dua perilaku tersebut mudah dijumpai di kasus-kasus bullying yang terjadi di acara ospek yang bisa dinilai ‘kelewatan’. Bagi para junior, ditindas sekejam apapun oleh para senior adalah hal yang memang harus mereka lalui untuk bisa diterima di komunitasnya. Toh senior mereka dulu juga melalui hal yang sama? Di sisi yang lain, para senior juga berpikir bahwa karena dia dulu telah melalui tradisi ini, sudah berupa adat untuk melakukan hal yang sama (sayangnya bisa juga, lebih bengis) kepada junior mereka. Dengan melakukannya, para senior akan mendapatkan respect dari junior mereka.  

Dari contoh diatas, kita bisa melihat bahwa orang-orang yang terlibat dalam bullying mungkin tidak sadar akan keterlibatan mereka. Inilah yang biasanya berujung ke kasus-kasus berbahaya. Yang mem-bully tidak sadar, dan melanjutkan aksi-aksi mereka tanpa memikirkan kondisi dari yang ter-bully. Apabila tidak dihentikan, kedua pihak bisa mendapakatkan berbagai konsekuensi negatif yang tidak ringan.

“Bullying adalah sebuah konsep yang hanya akan bisa hilang melalui kerjasama antara semua pihak yang terlibat.”

Yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk melindungi anak-anak kita dari bullying adalah dengan menyaksikan dengan sesama apabila ada indikasi-indikasi bahwa sang anak sedang di-bully. Apabila sang anak mengalami kurang motivasi untuk pergi ke sekolah, kurang nafsu makan, atau sering cemas, ajak dia berdiskusi secara terbuka dengan anda. Jangan salahkan atau suruh dirinya untuk bertahan sendiri; beritahu dia bahwa anda akan selalu ada di sisinya. Didik anak anda untuk menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri sejak dini agar tidak mudah diintimidasi dan dimanipulasi.

Bullying adalah sebuah konsep yang hanya akan bisa hilang melalui kerjasama antara semua pihak yang terlibat. Yang ter-bully dan yang mem-bully harus sadar bahwa mereka sedang terlibat dalam sesuatu yang tidak menguntungkan pihak manapun. Untuk menumbuhkan kesadaran ini, dibutuhkan support yang kuat dari pihak orangtua, sekolah, dan masyarakat. Jangan biarkan konsep negatif ini bersarang di komunitas kita.

 

By M.V. Saliechan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.